akmal1984 Posted November 30, 2019 #526 Posted November 30, 2019 8 hours ago, petikemas said: Si Mou ini emang ahlinya kalau dalam bidang Psy war apalagi kalau tim nya bersaing ketat tambah rame lagi dramanya yang diciptakan dan itu bisa dibilang sebuah bumbu dalam sepakbola biar makin menarik karena jika hanya sebuah tontonan biasa dan selesai begitu saja kurang greget dan tidak ada cerita setelahnya yang bisa menambah seru, sangat jarang pelatih yang seperti dia di era sekarang karena kebanyakan kalem 😃😃 Ane paling ngakak itu pas lawan barca dulu pas dia masih di madrid. Sampek main colok2an mata sama asisten pep 🤣🤣 . Dan tensi elclasico pun jadi sangat panas plus rating sepakbolanya naik menjulang di televisi pasti.
rajapalak Posted November 30, 2019 #527 Posted November 30, 2019 23 hours ago, akmal1984 said: Karena jujur ane senang nonton liga dimana ada mourinho jadi pelatihnya disitu. Entah kenapa suka aja lihat gaya kocak dia dan statement2 dia saat memainkan pyswar buat tim lawan 😆😆 emang banyak pelatih hebat sih salah satunya legenda sir alex ferguson , tapi mourinho itu punya ciri khas yang gak dipunyai pleatih lain didunia ini yaitu sikapnya yang selalu membanggakan dirinya . I am spesial one
davinmark Posted November 30, 2019 #528 Posted November 30, 2019 On 7/4/2019 at 8:12 AM, artizykristy said: kali aja ya kan, lebih fans rondaldo dari pada teamnya soalnya banyak tu fans mu yang pindah gara gara cuma ngeidol sama pemainnya termasuk ane gan ronaldo pindah ke madrid ane fans madrid. namun ronaldo pindah ke juventus saya ga ngefans lagi karena gasuka liga italy
Moderator petikemas Posted November 30, 2019 Moderator #529 Posted November 30, 2019 14 hours ago, akmal1984 said: Ane paling ngakak itu pas lawan barca dulu pas dia masih di madrid. Sampek main colok2an mata sama asisten pep 🤣🤣 . Dan tensi elclasico pun jadi sangat panas plus rating sepakbolanya naik menjulang di televisi pasti. Hahaha iya gan. Pelatih seperti dia entertaint sekali dan memiliki daya jual yang tinggi untuk dunia pertelevisian apalagi narasi yang dibangun juga makin menambah hal itu sangat layak diperbincangkan seluruh dunia 😁 , menarik ini untuk ditunggu kiprah psy war nya dengan tim barunya yang secara mental belum memiliki DNA juara diberbagai event seperti di klub2 sebelumnya
jkd123 Posted November 30, 2019 #530 Posted November 30, 2019 On 11/29/2019 at 4:21 PM, akmal1984 said: Karena jujur ane senang nonton liga dimana ada mourinho jadi pelatihnya disitu. Entah kenapa suka aja lihat gaya kocak dia dan statement2 dia saat memainkan pyswar buat tim lawan 😆😆 Hahaha ini kenapa julukanya "the special one". Karena emang beda sih daripada pelatih lain. Mungkin karena dia juga basicnya sebenarnya bukan dari sepakbola, karena dia emang tadinya bukan pemain bola profesional kan.
akmal1984 Posted December 1, 2019 #531 Posted December 1, 2019 13 hours ago, petikemas said: Hahaha iya gan. Pelatih seperti dia entertaint sekali dan memiliki daya jual yang tinggi untuk dunia pertelevisian apalagi narasi yang dibangun juga makin menambah hal itu sangat layak diperbincangkan seluruh dunia 😁 , menarik ini untuk ditunggu kiprah psy war nya dengan tim barunya yang secara mental belum memiliki DNA juara diberbagai event seperti di klub2 sebelumnya DOminasi pep guardiola pun bisa dia runtuhkan di barca . Cuman ya yang sedikit buruk dari dia itu pada waktu timnya kalah atau bermain buruk. Atau ada pemain yang tidak dia suka langsung dia kritik juga terang-terangan 🤣🤣 11 hours ago, jkd123 said: Hahaha ini kenapa julukanya "the special one". Karena emang beda sih daripada pelatih lain. Mungkin karena dia juga basicnya sebenarnya bukan dari sepakbola, karena dia emang tadinya bukan pemain bola profesional kan. Sempat bermain bola tapi pensiun muda kalau enggak salah. entah berapa tahun dia main di klub liga portugal. Tapi bukan di liga utamanya juga.
jkd123 Posted December 1, 2019 #532 Posted December 1, 2019 4 hours ago, akmal1984 said: DOminasi pep guardiola pun bisa dia runtuhkan di barca . Cuman ya yang sedikit buruk dari dia itu pada waktu timnya kalah atau bermain buruk. Atau ada pemain yang tidak dia suka langsung dia kritik juga terang-teranga 🤣🤣 Sempat bermain bola tapi pensiun muda kalau enggak salah. entah berapa tahun dia main di klub liga portugal. Tapi bukan di liga utamanya juga. Kalo gak salah hanya bermain untuk tim amatir di portugal. Tapi emang pendidikan dia ngambilnya sport science. Nah di sini dia belajar mengrnai kepelatihan. Berbeda dengan kebanyakan pelatih lain yang kebanyakan si belajar dari pengalaman ketika menjadi pemain.
akmal1984 Posted December 2, 2019 #533 Posted December 2, 2019 22 hours ago, jkd123 said: Kalo gak salah hanya bermain untuk tim amatir di portugal. Tapi emang pendidikan dia ngambilnya sport science. Nah di sini dia belajar mengrnai kepelatihan. Berbeda dengan kebanyakan pelatih lain yang kebanyakan si belajar dari pengalaman ketika menjadi pemain. Juergen klop dan arsene wenger juga hampir mirip dengan mourinho . Mereka sempat jadi pemain juga tetapi tidak bagus karir sepakbolanya dan hanya sebentar juga.Biasanya model pelatih seperti ini dari segi taktik sangat unggul .
jkd123 Posted December 2, 2019 #534 Posted December 2, 2019 12 minutes ago, akmal1984 said: Juergen klop dan arsene wenger juga hampir mirip dengan mourinho . Mereka sempat jadi pemain juga tetapi tidak bagus karir sepakbolanya dan hanya sebentar juga.Biasanya model pelatih seperti ini dari segi taktik sangat unggul . Iya gan, ada banyak juga ternyata pelatih yang karirnya sebagai pemain tidak cemerlang tapi prestasi kepelatihanyanya bagus. Yang membedakan mungkin emang wataknya mou yang kontroversial.
Moderator petikemas Posted December 3, 2019 Moderator #535 Posted December 3, 2019 Andai si mou dulu yang diisukan melatih TIMNAS INDONESIA mau beneran saya yakin prestasi Timnas Indonesia akan lebih baik dari Thailand 😁 karena aura kepelatihan dan DNA juaranya luar biasa, sayangnya TIMNAS kita terlalu kecil untuk pelatih sekelas MOU hingga dia menolak mentah2 😁
artizykristy Posted December 3, 2019 #536 Posted December 3, 2019 3 hours ago, petikemas said: Andai si mou dulu yang diisukan melatih TIMNAS INDONESIA mau beneran saya yakin prestasi Timnas Indonesia akan lebih baik dari Thailand 😁 karena aura kepelatihan dan DNA juaranya luar biasa, sayangnya TIMNAS kita terlalu kecil untuk pelatih sekelas MOU hingga dia menolak mentah2 😁 emang boleh yah gan wargan negara lain melatih tim nasional? bukannya kalo tim nasional itu harus pelatih yang 1 warga negara ?
jkd123 Posted December 3, 2019 #537 Posted December 3, 2019 1 hour ago, artizykristy said: emang boleh yah gan wargan negara lain melatih tim nasional? bukannya kalo tim nasional itu harus pelatih yang 1 warga negara ? Kalo pelatih gak harus warga negara gan. Kan sebelumnya juga sudah sering timnas kita dilatih oleh oelatih asing. Yang jarus warga negara itu pemainya.
artizykristy Posted December 3, 2019 #538 Posted December 3, 2019 56 minutes ago, jkd123 said: Kalo pelatih gak harus warga negara gan. Kan sebelumnya juga sudah sering timnas kita dilatih oleh oelatih asing. Yang jarus warga negara itu pemainya. ohh saya kira harus 1 warga negara gan soalnya liat pemain yang bukan warga negara indonesia. harus jadi wna dulu biar bisa masuk ke timnas indonesia
davinmark Posted December 3, 2019 #539 Posted December 3, 2019 3 hours ago, artizykristy said: emang boleh yah gan wargan negara lain melatih tim nasional? bukannya kalo tim nasional itu harus pelatih yang 1 warga negara ? Setau ane boleh kok gan, yang gaboleh itu pemain bola nya. harus menjadi warga negara indonesia terlebih dahulu.
Moderator petikemas Posted December 3, 2019 Moderator #540 Posted December 3, 2019 2 hours ago, artizykristy said: ohh saya kira harus 1 warga negara gan soalnya liat pemain yang bukan warga negara indonesia. harus jadi wna dulu biar bisa masuk ke timnas indonesia Wkwkwk kok jadi banyak typo gan pasti mau nulis WNI ya malah jadi WNA, untuk pelatih tidak ada batasan negara semua warga negara manapun bebas selama federasinya mau mengontrak yang bersangkutan seperti sekarang ini calon pelatih TIMNAS senior kita si Luis Mila dan satunya lagi dari Korsel, semoga saja yang terpilih diantara keduanya mampu membawa Timnas senior kita menjuarai minimal level asia tenggara dulu lah biar tidak dianggap remeh mulu karena Thailand, Vietnam , Singapore dan Malaysia sudah pernah menjuarai bahkan negara seluas kabupaten (singapore) sudah 4x menjuarai ajang ini sedang kita masih berkutat di Runner Up saja
akmal1984 Posted December 4, 2019 #541 Posted December 4, 2019 On 12/2/2019 at 8:14 PM, jkd123 said: Iya gan, ada banyak juga ternyata pelatih yang karirnya sebagai pemain tidak cemerlang tapi prestasi kepelatihanyanya bagus. Yang membedakan mungkin emang wataknya mou yang kontroversial. Kontroversialnya tetapi enak buat di jadikan berita kalau menurut saya.Faktanya memang dia lah yang membuat panas el clasico juga 🤣🤣 . DUlu nya saya enggak begitu mengikuti el clasico. tapi semenjak di bikin panas sama mourinho jadi seru buat nontonnya
weswayahe Posted December 4, 2019 #542 Posted December 4, 2019 18 hours ago, petikemas said: Wkwkwk kok jadi banyak typo gan pasti mau nulis WNI ya malah jadi WNA, untuk pelatih tidak ada batasan negara semua warga negara manapun bebas selama federasinya mau mengontrak yang bersangkutan seperti sekarang ini calon pelatih TIMNAS senior kita si Luis Mila dan satunya lagi dari Korsel, semoga saja yang terpilih diantara keduanya mampu membawa Timnas senior kita menjuarai minimal level asia tenggara dulu lah biar tidak dianggap remeh mulu karena Thailand, Vietnam , Singapore dan Malaysia sudah pernah menjuarai bahkan negara seluas kabupaten (singapore) sudah 4x menjuarai ajang ini sedang kita masih berkutat di Runner Up saja Kayaknya timnas kita ga begitu siap dengan euforia dan ketenaran. Beberapa kali terbukti moncer pas babak qualifikasi dan seluruh media tanah air sangat mengelu-elukan timnas serta mematok target juara. Kayak membuat pemain jumawa san lupa daratan sehingga bisa ancur di semifinal ataupun final. Yang paling saya ingat tahun 2004/2006 saya agak lupa zaman boaz masih muda dan super power kans juara sangat besar, terlepas dari faktor boaz yg cidera. Dan terakhir era irfan bachdim yang lagi moncer yg juga gagal di saat-saat penentuan Kecuali u-19 versi evan dimas dkk yang mampu juara di tengah dukungan media setanah air.
chankhoreID Posted December 4, 2019 #543 Posted December 4, 2019 39 minutes ago, weswayahe said: Kayaknya timnas kita ga begitu siap dengan euforia dan ketenaran. Beberapa kali terbukti moncer pas babak qualifikasi dan seluruh media tanah air sangat mengelu-elukan timnas serta mematok target juara. Kayak membuat pemain jumawa san lupa daratan sehingga bisa ancur di semifinal ataupun final. Yang paling saya ingat tahun 2004/2006 saya agak lupa zaman boaz masih muda dan super power kans juara sangat besar, terlepas dari faktor boaz yg cidera. Dan terakhir era irfan bachdim yang lagi moncer yg juga gagal di saat-saat penentuan Kecuali u-19 versi evan dimas dkk yang mampu juara di tengah dukungan media setanah air. jadi dukungan di era evan dimas itu sangat membantu sekali karena merasa di perhatikan tidak di pandang sebelah mata lagi itu juga dari media yang menambahkan bumbu-bumbu agar banyak dukungan supporter yang banyak ke stadion.
weswayahe Posted December 4, 2019 #544 Posted December 4, 2019 2 hours ago, chankhoreID said: jadi dukungan di era evan dimas itu sangat membantu sekali karena merasa di perhatikan tidak di pandang sebelah mata lagi itu juga dari media yang menambahkan bumbu-bumbu agar banyak dukungan supporter yang banyak ke stadion. Nah era evan dimas mampu tetap membumi walau media menyanjung-nyanjung timnas tapi tetap bisa berprestasi dan tak lepas dari tangan dingin coach indra. Dimana yang sangat ikonik adalah setelah mencetak gol selalu bersujud syukur yg sampai sekarang terkadang diikuti pemain timnas yg lain. Kalau senior maen ciamik dikit media memberitakan secara membabi buta, bahkan acara gosip ampe tayangin berita timnas bikin pemain kegeeran aja akhirnya melempem. 🙄🙄🙄🙄
Moderator petikemas Posted December 4, 2019 Moderator #545 Posted December 4, 2019 3 hours ago, weswayahe said: Kayaknya timnas kita ga begitu siap dengan euforia dan ketenaran. Beberapa kali terbukti moncer pas babak qualifikasi dan seluruh media tanah air sangat mengelu-elukan timnas serta mematok target juara. Kayak membuat pemain jumawa san lupa daratan sehingga bisa ancur di semifinal ataupun final. Yang paling saya ingat tahun 2004/2006 saya agak lupa zaman boaz masih muda dan super power kans juara sangat besar, terlepas dari faktor boaz yg cidera. Dan terakhir era irfan bachdim yang lagi moncer yg juga gagal di saat-saat penentuan Kecuali u-19 versi evan dimas dkk yang mampu juara di tengah dukungan media setanah air. Karena mereka saat itu ada disaat kondisi PSSI sedang dualisme dan dukungan dana sangat minim sehingga semangat mereka menggebu2 untuk menjadi juara tapi setelah PSSI kembali normal dan dukungan finansial luarbiasa mereka malah gagal total waktu bertanding di piala Asia U-19 dan kalah jauh prestasinya dengan Myanmar yang tembus semifinal dan lolos piala dunia u-20 waktu itu mungkin sudah takdirnya Timnas Indonesia bagus di Junior dan Hancur ditingkat senior
weswayahe Posted December 4, 2019 #546 Posted December 4, 2019 1 minute ago, petikemas said: Karena mereka saat itu ada disaat kondisi PSSI sedang dualisme dan dukungan dana sangat minim sehingga semangat mereka menggebu2 untuk menjadi juara tapi setelah PSSI kembali normal dan dukungan finansial luarbiasa mereka malah gagal total waktu bertanding di piala Asia U-19 dan kalah jauh prestasinya dengan Myanmar yang tembus semifinal dan lolos piala dunia u-20 waktu itu mungkin sudah takdirnya Timnas Indonesia bagus di Junior dan Hancur ditingkat senior Nah itu koq kayak aneh banget dengan timnas kita. Apalagi senior pemainnya itu-itu aja. Kenapa ga berani buat terobosan buat naikin pemain U-23 atau bawahnya buat naik level ke senior. Biar mentalnya lebih terasah dan saat ada turnament besar sudah siap secara mental. Daripada ngandelin pemain tua2 yg prestasinya mentok dan membuat pemain mudanya lambat berkembang
Moderator petikemas Posted December 4, 2019 Moderator #547 Posted December 4, 2019 22 minutes ago, weswayahe said: Nah itu koq kayak aneh banget dengan timnas kita. Apalagi senior pemainnya itu-itu aja. Kenapa ga berani buat terobosan buat naikin pemain U-23 atau bawahnya buat naik level ke senior. Biar mentalnya lebih terasah dan saat ada turnament besar sudah siap secara mental. Daripada ngandelin pemain tua2 yg prestasinya mentok dan membuat pemain mudanya lambat berkembang Entahlah gan saya juga merasa proses regenerasi TIMNAS senior kita sangat lambat meski di negara eropa ada juga yang seperti itu tapi bedanya diumur yang sudah tergolong sangat senior mereka masih bisa berprestasi sedangkan di Indonesia tahu sendirilah seperti apa, sehingga yang terjadi mental loyo dan tidak juara itu selalu menurun ketingkat bawahnya yang naik ke senior. Tidak tau juga ya kalau misalkan TIMNAS senior di rombak total dan generasi mereka diputuskan saja dan seluruh pemainnya diganti dengan pemain TIMNAS U-23 dan U-19 yang masih seger secara stamina apalagi yang sudah pernah juara mungkin masih terjaga mentalitasnya
weswayahe Posted December 4, 2019 #548 Posted December 4, 2019 12 minutes ago, petikemas said: Entahlah gan saya juga merasa proses regenerasi TIMNAS senior kita sangat lambat meski di negara eropa ada juga yang seperti itu tapi bedanya diumur yang sudah tergolong sangat senior mereka masih bisa berprestasi sedangkan di Indonesia tahu sendirilah seperti apa, sehingga yang terjadi mental loyo dan tidak juara itu selalu menurun ketingkat bawahnya yang naik ke senior. Tidak tau juga ya kalau misalkan TIMNAS senior di rombak total dan generasi mereka diputuskan saja dan seluruh pemainnya diganti dengan pemain TIMNAS U-23 dan U-19 yang masih seger secara stamina apalagi yang sudah pernah juara mungkin masih terjaga mentalitasnya Harusnya seperti itu, jadi biarlah 1 atau 2 tahun junior menjadi senior digembleng mentalnya. Pas umur ideal 24/25 tahun sudah matang secara mental jadi lebih siap untuk turnamen besar. Stop juga naturalisasi karena aturan negara yang ribet. Masak bela timnas di umur 30 tahun lebih itu tinggal ampasnya aja. Mending gembleng pemain lokal mulai muda aja, bisa lebih potensial dan jangka panjang. Dan yg lebih penting kompetisi dibenahi biar pemain ga menjadi bar-bar, kalo maen sebagai timnas ga gampang kena kartu merah 🤣🤣🤣
Moderator petikemas Posted December 4, 2019 Moderator #549 Posted December 4, 2019 41 minutes ago, weswayahe said: Harusnya seperti itu, jadi biarlah 1 atau 2 tahun junior menjadi senior digembleng mentalnya. Pas umur ideal 24/25 tahun sudah matang secara mental jadi lebih siap untuk turnamen besar. Stop juga naturalisasi karena aturan negara yang ribet. Masak bela timnas di umur 30 tahun lebih itu tinggal ampasnya aja. Mending gembleng pemain lokal mulai muda aja, bisa lebih potensial dan jangka panjang. Dan yg lebih penting kompetisi dibenahi biar pemain ga menjadi bar-bar, kalo maen sebagai timnas ga gampang kena kartu merah 🤣🤣🤣 PSSI nya masih suka cari untung gan bukan menciptakan kompetisi yang bagus mereka tergiur dengan denda jika banyak pelanggaran yang justru merusak mental si pemain tersebut, karena betul kata agan dikompetisi lokal wasitnya kurang tegas dan cenderung takut untuk memberikan kartu merah terlebih untuk pemain tuan rumah, jadi ketika di level internasional kita sering sekaki mendapat kartu kuning dan merah dan berawal dari kompetisi yang tidak jelas
weswayahe Posted December 4, 2019 #550 Posted December 4, 2019 27 minutes ago, petikemas said: PSSI nya masih suka cari untung gan bukan menciptakan kompetisi yang bagus mereka tergiur dengan denda jika banyak pelanggaran yang justru merusak mental si pemain tersebut, karena betul kata agan dikompetisi lokal wasitnya kurang tegas dan cenderung takut untuk memberikan kartu merah terlebih untuk pemain tuan rumah, jadi ketika di level internasional kita sering sekaki mendapat kartu kuning dan merah dan berawal dari kompetisi yang tidak jelas Seperti itulah liga kita saat ini. Saya bahkan berfikir lebih baik jika timnas u-19/u-23 yang diproyeksikan menjadi timnas senior ga perlu bermain di liga indonesia. Jadi tetep satu timnas berlatih dan tanding uji coba lawan sapa aja. Trus mereka digaji layaknya pegawai negeri daripada maen di club liga uang bikin mental dan moral rusak.
Featured Comment
Archived
This topic is now archived and is closed to further replies.