Moderator petikemas Posted September 30, 2019 Author Moderator #51 Posted September 30, 2019 On 9/27/2019 at 12:42 PM, jkd123 said: Susahnya itu gan ketika mau ngerayu petani agar mau budidaya. Karena klo belum ada yg ngasih contoh biasanya mereka gak mau. Karena ilmunya blom ada dan hasilnya juga mereka gak tahu karena belum pernah melakukanya. On 9/27/2019 at 8:44 PM, wong77 said: Kalau mau jadi pengepul harus udah ada market ke atas nya juga. Karena kita tidak tau jual nya ke siapa . Memang agak susah kalau belum ada yang contohin juga, mungkin kalau ada lahan sedikit bisa di coba sendiri . Yang penting sudah ada jalan buat jual kembali kalau mau sebagai pengepul. tantangan terberatnya memang disitu gan mau tidak mau kita harus memulai dari diri sendiri sebagai percontohan , jika berhasil biasanya masyarakat sekitar akan berbondong-bondong untuk menanam juga , kita diharuskan berkorban waktu dan tenaga serta biaya terlebih dahulu baru kemudian memetik hasil
wong77 Posted September 30, 2019 #52 Posted September 30, 2019 39 minutes ago, petikemas said: tantangan terberatnya memang disitu gan mau tidak mau kita harus memulai dari diri sendiri sebagai percontohan , jika berhasil biasanya masyarakat sekitar akan berbondong-bondong untuk menanam juga , kita diharuskan berkorban waktu dan tenaga serta biaya terlebih dahulu baru kemudian memetik hasil Kalau sudah ada market nya , ya memang kita sendiri lah yang harus kasih contoh duluan karena memang terbilang baru. Dulu saat tinggal di jawa tengah tumbuh subur juga tetapi merupakan tanaman liar yang hidup begitu saja tanpa di budidayakan dan sebatas diambil daun nya buat tambahan makanan ternak saat itu. Dan harus belajar dulu , berapa lamaa masa tanam sampai bisa panen.
Moderator petikemas Posted September 30, 2019 Author Moderator #53 Posted September 30, 2019 14 minutes ago, wong77 said: Kalau sudah ada market nya , ya memang kita sendiri lah yang harus kasih contoh duluan karena memang terbilang baru. Dulu saat tinggal di jawa tengah tumbuh subur juga tetapi merupakan tanaman liar yang hidup begitu saja tanpa di budidayakan dan sebatas diambil daun nya buat tambahan makanan ternak saat itu. Dan harus belajar dulu , berapa lamaa masa tanam sampai bisa panen. mungkin di internet sudah banyak gan referensi-referensi yang bisa dijadikan rujukan untuk pengembangan tumbuhan tersebut, dan yang paling utama memang marketnya kalau sudah ada dan masif tidak akan bingung lagi mau dijual kemana apalagi kalau marketnya seperti cabe sebanyak apapun stoknya pasti laku karena sudah menjadi bahan konsumsi sehari-hari
jkd123 Posted October 1, 2019 #54 Posted October 1, 2019 10 hours ago, petikemas said: mungkin di internet sudah banyak gan referensi-referensi yang bisa dijadikan rujukan untuk pengembangan tumbuhan tersebut, dan yang paling utama memang marketnya kalau sudah ada dan masif tidak akan bingung lagi mau dijual kemana apalagi kalau marketnya seperti cabe sebanyak apapun stoknya pasti laku karena sudah menjadi bahan konsumsi sehari-hari yang jelas klo dijual sebagai barang konsumsi mungkin porang belum terlalu umum. banyak yang tidak tahu manfaat atau bahkan cara pemggunaannya di temapat kita. susah juga sih gan, emang harus dilakukan jual beli dengan partai besar.
wong77 Posted October 1, 2019 #55 Posted October 1, 2019 14 hours ago, petikemas said: mungkin di internet sudah banyak gan referensi-referensi yang bisa dijadikan rujukan untuk pengembangan tumbuhan tersebut, dan yang paling utama memang marketnya kalau sudah ada dan masif tidak akan bingung lagi mau dijual kemana apalagi kalau marketnya seperti cabe sebanyak apapun stoknya pasti laku karena sudah menjadi bahan konsumsi sehari-hari kalau cabe sih tidak usah di tanya , bawa ke pasar juga laku . kadang masih di pohon saja sudah ada tetangga yang nawar mau beli . ini masalah nya porang masih terbilang baru juga dan hanya daerah tertentu saja , meskipun bisa jual beli online kalau terlalu jauh terkendala sama ongkir juga. kalau bisa memang harus 1 daerah dari tempat kita tinggal. karena biasanya pengepul lah yang datang ke kampung kampung.
Moderator petikemas Posted October 5, 2019 Author Moderator #56 Posted October 5, 2019 On 10/1/2019 at 1:10 PM, jkd123 said: yang jelas klo dijual sebagai barang konsumsi mungkin porang belum terlalu umum. banyak yang tidak tahu manfaat atau bahkan cara pemggunaannya di temapat kita. susah juga sih gan, emang harus dilakukan jual beli dengan partai besar. On 10/1/2019 at 4:46 PM, wong77 said: kalau cabe sih tidak usah di tanya , bawa ke pasar juga laku . kadang masih di pohon saja sudah ada tetangga yang nawar mau beli . ini masalah nya porang masih terbilang baru juga dan hanya daerah tertentu saja , meskipun bisa jual beli online kalau terlalu jauh terkendala sama ongkir juga. kalau bisa memang harus 1 daerah dari tempat kita tinggal. karena biasanya pengepul lah yang datang ke kampung kampung. sebagai langkah awal mungkin kita perlu berdiskusi dengan dinas terkait gan untuk membantu pengembangan dan pemasarannya juga, jika dari para stakeholder sudah tersentuh dan mau untuk ikut mengembangkan pasti tidak akan susah lagi pemasarannya karena mereka punya dana dan power untuk "mengintervensi" kejajaran dibawahnya untuk mempromosikan tanaman itu
wong77 Posted October 5, 2019 #57 Posted October 5, 2019 1 hour ago, petikemas said: sebagai langkah awal mungkin kita perlu berdiskusi dengan dinas terkait gan untuk membantu pengembangan dan pemasarannya juga, jika dari para stakeholder sudah tersentuh dan mau untuk ikut mengembangkan pasti tidak akan susah lagi pemasarannya karena mereka punya dana dan power untuk "mengintervensi" kejajaran dibawahnya untuk mempromosikan tanaman itu menurut saya sih kalau sudah semuanya lengkap , banyak kok yang mau ikutan juga . kalau saya sih saat ini terkendala tidak ada nya lahan untuk memulai menanam porang , apalagi tinggal di JKT sangat susah untuk menjangkaunya. paling kalau sudah ada pemasaran yang dekat baru bisa ikutan terjun menjadi pengepul kecil kecilan. karena modalnya pun masih terbatas.
Moderator petikemas Posted October 5, 2019 Author Moderator #58 Posted October 5, 2019 4 hours ago, wong77 said: menurut saya sih kalau sudah semuanya lengkap , banyak kok yang mau ikutan juga . kalau saya sih saat ini terkendala tidak ada nya lahan untuk memulai menanam porang , apalagi tinggal di JKT sangat susah untuk menjangkaunya. paling kalau sudah ada pemasaran yang dekat baru bisa ikutan terjun menjadi pengepul kecil kecilan. karena modalnya pun masih terbatas. lahan di jakarta emang terbatas gan mungkin paling realistis agan jadi pengepulnya atau jika punya saudara di kampung bisa join tuh, agan yang modali mereka yang sedia lahan plus ngerawatnya tinggal berdiskusi masalah persentase keuntungannya berapa berapa..
wong77 Posted October 5, 2019 #59 Posted October 5, 2019 13 hours ago, petikemas said: lahan di jakarta emang terbatas gan mungkin paling realistis agan jadi pengepulnya atau jika punya saudara di kampung bisa join tuh, agan yang modali mereka yang sedia lahan plus ngerawatnya tinggal berdiskusi masalah persentase keuntungannya berapa berapa.. Iya sih, tetapi sekarang di kampung pun juga tidak ada lahan. Berbeda dengan orang zaman dulu masih luas tanah nya. Memang harus punya lahan sendiri kalau tidak ya nyewa lahan. Sebenarnya istri sih punya beberapa lahan di kampung cuma di kerjain sama mertua. Jadi kita tidak menikmati hasil nya sama sekali. Tanah hasil di beli istri saat belum menikah, serba salah juga karena kita tidak tinggal di kampung jadi sama mertua di tanamin saja dan hasilnya pun bertahun tahun seperak saja tidak menikmati hasil nya sama sekali. Cuma kadang kita berpikir kenapa sama sekali tidak di bagi hasilnya. Kalau masih belum nikah sih tidak masalah. Sekarang sudah keluarga dan punya anak. Setidaknya kasih buat anak sebagian kecil dari hasil tersebut. Kalau ingat kadang sedih . 😂
jkd123 Posted October 6, 2019 #60 Posted October 6, 2019 18 hours ago, petikemas said: lahan di jakarta emang terbatas gan mungkin paling realistis agan jadi pengepulnya atau jika punya saudara di kampung bisa join tuh, agan yang modali mereka yang sedia lahan plus ngerawatnya tinggal berdiskusi masalah persentase keuntungannya berapa berapa.. Ini harus nemu orang yg tepat dan berani ambil resiko. Karena sama aja kita cuma sekedar invest kan.
Moderator petikemas Posted October 6, 2019 Author Moderator #61 Posted October 6, 2019 7 minutes ago, jkd123 said: Ini harus nemu orang yg tepat dan berani ambil resiko. Karena sama aja kita cuma sekedar invest kan. makanya itu gan kalau bisa mereka yang dikampung adalah saudara kita dan orangnya yang bisa dipercaya serta sudah terpercaya untuk mengelola aset kita itu, usahakan jangan besar-besar dulu sebagai uji coba dan untuk mengantisipasi hal-hal yang membuat tekor banyak
jkd123 Posted October 6, 2019 #62 Posted October 6, 2019 55 minutes ago, petikemas said: makanya itu gan kalau bisa mereka yang dikampung adalah saudara kita dan orangnya yang bisa dipercaya serta sudah terpercaya untuk mengelola aset kita itu, usahakan jangan besar-besar dulu sebagai uji coba dan untuk mengantisipasi hal-hal yang membuat tekor banyak Setidaknya kita ada ilmunya dulu gan, biar bisa memberi pengarahan. Klo dari awal sudah pasrah ke orang lain ketika nantinya sudah jalan tidak menutup kemungkinan orang yg kita beri modal akan membuat sendiri dan kita mau gak mau harus mencari pengganti.
Moderator petikemas Posted October 6, 2019 Author Moderator #63 Posted October 6, 2019 44 minutes ago, jkd123 said: Setidaknya kita ada ilmunya dulu gan, biar bisa memberi pengarahan. Klo dari awal sudah pasrah ke orang lain ketika nantinya sudah jalan tidak menutup kemungkinan orang yg kita beri modal akan membuat sendiri dan kita mau gak mau harus mencari pengganti. betul gan mau tidak mau kita harus terjun kelapangan dulu tidak langsung ngasik modal gitu aja, intinya waktu proses penanaman dan perawatan kita harus terlibat langsung baru setelah mereka paham kita pasrahkan sama mereka tidak lupa juga memantau apalagi sekarang sudah ada socmed yang bisa video call jadi kita bisa memantau langsung menggunakan media itu
jkd123 Posted October 6, 2019 #64 Posted October 6, 2019 3 hours ago, petikemas said: betul gan mau tidak mau kita harus terjun kelapangan dulu tidak langsung ngasik modal gitu aja, intinya waktu proses penanaman dan perawatan kita harus terlibat langsung baru setelah mereka paham kita pasrahkan sama mereka tidak lupa juga memantau apalagi sekarang sudah ada socmed yang bisa video call jadi kita bisa memantau langsung menggunakan media itu Harus ada poin kunci yg kita pegang. Dalam hal ini mungkin pemasaranya. Toh kalopun nanti mereka mau jalan sendiri kemungkinan besar untuk pemasaran mungkin larinya ke kita.
wong77 Posted October 7, 2019 #65 Posted October 7, 2019 16 hours ago, jkd123 said: Harus ada poin kunci yg kita pegang. Dalam hal ini mungkin pemasaranya. Toh kalopun nanti mereka mau jalan sendiri kemungkinan besar untuk pemasaran mungkin larinya ke kita. makanya pemasaran harus di rahasiakan juga , bila nanti ada yang ikutan menanam dan budidaya porang tetap jualnya ke kita juga dan kita sebagai seorang pengepul dan baru jual ke atas nya lagi biar enak dan bisa dapat untung juga.
rajapalak Posted February 15, 2020 #66 Posted February 15, 2020 On 9/15/2019 at 8:51 PM, petikemas said: hai agan-agan semua semoga selalu sehat dan diberikan kemenangan yang besar dalam setiap klik bet aminnn... Indonesia yang kita tahu terdapat banyak sekali ragam suku budaya dan adat istiadat yang mana menciptakan kultur tersendiri dalam komunitas suku tersebut setelah kemaren saya mendapatkan banyak sekali referensi tempat wisata didaerah agan2 semua kali ini saya ingin membahas tentang tanaman tradisional yang menjadi ikon atau simbol khas didaerah agan-agan semua... untuk daerah saya sendiri yang terdominasi oleh pegunungan sehingga membuat masyarakat rata2 hanya bisa bercocok tanam disaat musim hujan,, jenis tanaman yang banyak ditanam disini adalah Singkong atau ketela pohon atau apapun namanya mungkin berbeda didaerah agan-agan, singkong disini diolah sebagian besar untuk Tape dan sebagian lagi untuk kripik sehingga kota Bondowoso dikenal dengan sebutan Kota Tape... kira-kira didaerah agan jenis tanaman apa yang paling banyak ditanam? kalau daerah saya tetep jati . Mungkin karena luas tanahnya masih banyak ya . satu keluarga rata rata punya pohon jati minimal 2-3 . Ada juga yang punya kebun jati lebih dari 100 pohon
Moderator petikemas Posted February 15, 2020 Author Moderator #67 Posted February 15, 2020 7 hours ago, rajapalak said: kalau daerah saya tetep jati . Mungkin karena luas tanahnya masih banyak ya . satu keluarga rata rata punya pohon jati minimal 2-3 . Ada juga yang punya kebun jati lebih dari 100 pohon didaerah saya untuk Jati kurang familiar sekarang gan lebih banyak sengon atau kamilina karena proses penanaman sampai panen untuk pohon jati tergolong sangat lama jadi keburu tua renta coid duluan yang nanam sedang sengon kan rata2 5-7 tahun jadi masih proporsional lah untuk menikmati hasilnya
celeng Posted February 16, 2020 #68 Posted February 16, 2020 On 9/15/2019 at 8:51 PM, petikemas said: hai agan-agan semua semoga selalu sehat dan diberikan kemenangan yang besar dalam setiap klik bet aminnn... Indonesia yang kita tahu terdapat banyak sekali ragam suku budaya dan adat istiadat yang mana menciptakan kultur tersendiri dalam komunitas suku tersebut setelah kemaren saya mendapatkan banyak sekali referensi tempat wisata didaerah agan2 semua kali ini saya ingin membahas tentang tanaman tradisional yang menjadi ikon atau simbol khas didaerah agan-agan semua... untuk daerah saya sendiri yang terdominasi oleh pegunungan sehingga membuat masyarakat rata2 hanya bisa bercocok tanam disaat musim hujan,, jenis tanaman yang banyak ditanam disini adalah Singkong atau ketela pohon atau apapun namanya mungkin berbeda didaerah agan-agan, singkong disini diolah sebagian besar untuk Tape dan sebagian lagi untuk kripik sehingga kota Bondowoso dikenal dengan sebutan Kota Tape... kira-kira didaerah agan jenis tanaman apa yang paling banyak ditanam? saya tinggal di pulau sumatra tepatnya propinsi lampung gan, daerah saya paling banyak tebu, karet, sawit, dan singkong, karna luasnya lampung di setiap daerahnya ada perbedaan contohnya di bagian timur lampung mayoritas karet dan tebu, pasti kalian semua tahu dengan merk gula pasir GULAKU itu berasal dari lampung gan, ane si tinggal di lampung utara yang 70% petani karet termasuk saya gan ya 30% nya banyak menanam singkong dan sawit
wong77 Posted February 18, 2020 #69 Posted February 18, 2020 On 2/15/2020 at 4:14 PM, petikemas said: didaerah saya untuk Jati kurang familiar sekarang gan lebih banyak sengon atau kamilina karena proses penanaman sampai panen untuk pohon jati tergolong sangat lama jadi keburu tua renta coid duluan yang nanam sedang sengon kan rata2 5-7 tahun jadi masih proporsional lah untuk menikmati hasilnya Kalau orang tua zaman dulu nanam buat anak cucu gan petikemas ibarat kata kita tidak menuai hasilnya tetapi anak cucu yang merasakan nya. Memang kalau Jati lebih lama waktunya cocok buat masa pensiun kalau nanam nya saat masih muda. On 2/16/2020 at 10:24 PM, celeng said: saya tinggal di pulau sumatra tepatnya propinsi lampung gan, daerah saya paling banyak tebu, karet, sawit, dan singkong, karna luasnya lampung di setiap daerahnya ada perbedaan contohnya di bagian timur lampung mayoritas karet dan tebu, pasti kalian semua tahu dengan merk gula pasir GULAKU itu berasal dari lampung gan, ane si tinggal di lampung utara yang 70% petani karet termasuk saya gan ya 30% nya banyak menanam singkong dan sawit Oh iya di lampung tuh pernah lihat di youtube bunga pepaya jantan laku juga , lumayan hasilnya di jual di pasar dan laku. Malah hasilnya tiap bulan bisa mencapai UMR . 😀 buat alternatif saja.
celeng Posted February 18, 2020 #70 Posted February 18, 2020 4 hours ago, wong77 said: Kalau orang tua zaman dulu nanam buat anak cucu gan petikemas ibarat kata kita tidak menuai hasilnya tetapi anak cucu yang merasakan nya. Memang kalau Jati lebih lama waktunya cocok buat masa pensiun kalau nanam nya saat masih muda. Oh iya di lampung tuh pernah lihat di youtube bunga pepaya jantan laku juga , lumayan hasilnya di jual di pasar dan laku. Malah hasilnya tiap bulan bisa mencapai UMR . 😀 buat alternatif saja. kan emang enak gan di sayur bunga pepaya jadi ya laku di jual emang di daerah sana gak laku gan bunga pepaya?
wong77 Posted February 21, 2020 #71 Posted February 21, 2020 On 2/18/2020 at 7:55 PM, celeng said: kan emang enak gan di sayur bunga pepaya jadi ya laku di jual emang di daerah sana gak laku gan bunga pepaya? Saya kan di kota jadi nya kurang tau perkembangan nya meskipun tiap hari saya ke pasar tetapi tidak pernah jumpai bunga pepaya. Kalau di daerah lampung di jual langsung laku ibarat nya jual ke pengepul di pasar ,kalau mau lebih mahal ya jual ke pembeli cuma bisa lama lakunya. Ya mungkin agan celeng ada tanah yang luas bisa di tanami juga pepaya jantan. Lumayan hasilnya.
reyvan Posted February 21, 2020 #72 Posted February 21, 2020 42 minutes ago, wong77 said: Saya kan di kota jadi nya kurang tau perkembangan nya meskipun tiap hari saya ke pasar tetapi tidak pernah jumpai bunga pepaya. Kalau di daerah lampung di jual langsung laku ibarat nya jual ke pengepul di pasar ,kalau mau lebih mahal ya jual ke pembeli cuma bisa lama lakunya. Ya mungkin agan celeng ada tanah yang luas bisa di tanami juga pepaya jantan. Lumayan hasilnya. kalo di tempat saya daun pepaya jantan kalo buat makan ayam bangkok, nanti ayamnya galak loh gan, tapi kalo dimasak untuk konsumsi sih belum pernah. yg saya tau cuma buat makan ayam aduan.
wong77 Posted February 21, 2020 #73 Posted February 21, 2020 4 hours ago, reyvan said: kalo di tempat saya daun pepaya jantan kalo buat makan ayam bangkok, nanti ayamnya galak loh gan, tapi kalo dimasak untuk konsumsi sih belum pernah. yg saya tau cuma buat makan ayam aduan. Bukan daun pepaya jantan gan reyvan tetapi bunga pepaya jantan laku di jual di pasar daerah lampung saya lihat di youtube. Seorang petani tanam tuh pohon sampai banyak. Dan hasilnya bisa sampai UMR kalau sudah berbunga karena langsung di petik dan di jual di pasar.
chankhoreID Posted February 21, 2020 #74 Posted February 21, 2020 kalau bahasa indonesia tanaman campoleh apa ya kalau bahasa sunda campoleh itu buah"an hutan gitu enak kayak buah sawo gitu cuma warnanya kuning kalau mateng.
weswayahe Posted February 27, 2020 #75 Posted February 27, 2020 Tanaman khas daerah sini klo ga salah sih belimbing gan. Katanya sih dah terkenal dan sampai di ekspor ke luar negeri. Emang saya liat belimbingnya itu besar dan manis, ga kayak belimbing rumahan yang biasanya waktu kecil saya ambil d rumah tetangga 😁
Featured Comment
Archived
This topic is now archived and is closed to further replies.